Tuhan pun harus dirayu-rayu.
Karena hakikatnya, Tuhan suka akan sanjungan, dan keindahan.
Termasuk keindahan kata-kata.
Meskipun dalam do'a, yang utama adalah ketulusan hati.
Bukan kefasihan lidah.
Namun untuk setiap do'aku, lidahku terlanjur fasih melafalkan.
Menyebut nama-Nya, dan juga namamu.
Meski demikian, bukan berarti aku tidak tulus mendo'akan.
Hanya saja, do'a itu terlalu sering kuulang.
Hingga telah menjadi kebiasaan.
Mendo'akanmu.
Kini sudah menjadi kebiasaan.
Kau tahu betapa sulitnya mengubah kebiasaan bukan?
Itulah sebabnya, melepaskanmu juga akan sulit untuk dilakukan.
Do'aku bukan sekedar tentang kebahagiaanmu.
Atau keselamatanmu.
Melainkan, tentang pengabulan dari setiap do'a baikmu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar