Minggu, 29 November 2015

Ikhlas Itu

Ikhlas itu..
Seperti bebatuan karang.
Tak pernah teriak, meskipun raganya habis terkikis ombak.

Ikhlas itu..
Seperti berjalan di atas pasir.
Suaranya tak terdengar, tetapi jejaknya jelas tergambar.

Ikhlas itu..
Seperti kabut pagi.
Menyentuh dengan lembut, meski akhirnya terbunuh oleh mentari.

Ikhlas itu..
Seperti embun di tepian daun.
Tetap setia dengan sejuknya, meskipun masa menghancurkan tubuhnya.

Ikhlas itu..
Seperti butiran air hujan.
Tak pernah tahu akan terjatuh di mana, tetapi setiap tetesnya menghidupi.

Ikhlas itu..
Seperti cahaya senja.
Setiap hari berusaha menyapa, meski tak jarang awan menghalau sinarnya.

Ikhlas itu..
Seperti kamu yang memilih bertahan.
Memperjuangkan impianmu, meskipun orang-orang perlahan mulai pergi meninggalkanmu.

Malang, 29 November 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar