Ikhlas itu..
Seperti bebatuan karang.
Tak pernah teriak, meskipun raganya habis terkikis ombak.
Ikhlas itu..
Seperti berjalan di atas pasir.
Suaranya tak terdengar, tetapi jejaknya jelas tergambar.
Ikhlas itu..
Seperti kabut pagi.
Menyentuh dengan lembut, meski akhirnya terbunuh oleh
mentari.
Ikhlas itu..
Seperti embun di tepian daun.
Tetap setia dengan sejuknya, meskipun masa menghancurkan
tubuhnya.
Ikhlas itu..
Seperti butiran air hujan.
Tak pernah tahu akan terjatuh di mana, tetapi setiap
tetesnya menghidupi.
Ikhlas itu..
Seperti cahaya senja.
Setiap hari berusaha menyapa, meski tak jarang awan
menghalau sinarnya.
Ikhlas itu..
Seperti kamu yang memilih bertahan.
Memperjuangkan impianmu, meskipun orang-orang perlahan
mulai pergi meninggalkanmu.
Malang, 29 November 2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar