Saat terbaik untuk
melihat bintang adalah pada sepertiga malam. Saat lampu-lampu rumah telah
dimatikan, saat sorot lampu kendaraan yang berlalu lalang telah menghilang, dan
saat kabut penghias langit telah pergi karena tertiup angin malam. Pada saat
itulah gugusan bintang terlihat begitu indah untuk dipandang.
Bintang-bintang akan
terasa lebih dekat seolah-olah jika kita memanjat sebatang pohon kita akan
dapat memetiknya. Bintang-bintang akan terlihat seperti kunang-kunang besar
yang sengaja terbang rendah untuk bercermin pada mata kita.
Bagian terpentingnya
bukan hanya tentang bintang, tetapi sepertiga malam juga adalah waktu terbaik
untuk berdoa, untuk mendekatkan diri pada-Nya. Maka sangat disayangkan jika
sepertiga malam hanya dihabiskan terbuai dalam mimpi di atas ranjang.
Setidaknya alasan
itulah yang membuat lelaki muda itu selalu bangun malam, dan mengirimkan
sebungkus doa kepada-Nya. Untuk seseorang yang dirahasiakan, seseorang yang
selalu ia sebut dalam doa seusai shalat.
Ya Tuhan, sungguh aku telah melihat
bintang yang paling terang di antara bintang-bintang lain yang Kau hadirkan
selama perjalanan hidupku. Jika memang selama ini dia adalah yang Kau
rahasiakan, maka dekatkanlah. Dan jika bukan, maka ijinkanlah aku mendekatinya
meski hanya dengan doa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar