Selasa, 02 Februari 2016

Cerpen: Mendekat Dengan Doa

Saat terbaik untuk melihat bintang adalah pada sepertiga malam. Saat lampu-lampu rumah telah dimatikan, saat sorot lampu kendaraan yang berlalu lalang telah menghilang, dan saat kabut penghias langit telah pergi karena tertiup angin malam. Pada saat itulah gugusan bintang terlihat begitu indah untuk dipandang.
Bintang-bintang akan terasa lebih dekat seolah-olah jika kita memanjat sebatang pohon kita akan dapat memetiknya. Bintang-bintang akan terlihat seperti kunang-kunang besar yang sengaja terbang rendah untuk bercermin pada mata kita.
Bagian terpentingnya bukan hanya tentang bintang, tetapi sepertiga malam juga adalah waktu terbaik untuk berdoa, untuk mendekatkan diri pada-Nya. Maka sangat disayangkan jika sepertiga malam hanya dihabiskan terbuai dalam mimpi di atas ranjang.
Setidaknya alasan itulah yang membuat lelaki muda itu selalu bangun malam, dan mengirimkan sebungkus doa kepada-Nya. Untuk seseorang yang dirahasiakan, seseorang yang selalu ia sebut dalam doa seusai shalat.

Ya Tuhan, sungguh aku telah melihat bintang yang paling terang di antara bintang-bintang lain yang Kau hadirkan selama perjalanan hidupku. Jika memang selama ini dia adalah yang Kau rahasiakan, maka dekatkanlah. Dan jika bukan, maka ijinkanlah aku mendekatinya meski hanya dengan doa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar