Sabtu, 27 Februari 2016

Dalam Dekapan Hujan



Hujan kali ini tidak terlalu deras, tapi cukup untuk menenggelamkan seseorang dalam kenangan. Denting rintiknya di atas atap terdengar seperti suara seruling yang mampu membuatku memejamkan mata. Terlebih lagi gemerisik sayup dedaunan semakin menambah sendu suasana.

Hujan kali ini entah ia datang dalam rangka apa. Meski sejatinya, hujan dan kenangan adalah perihal yang tak bisa dipisahkan. Karena hujan memiliki kemampuan meresonasi ingatan. Tetapi mungkin saja kali ini ia punya tujuan yang berbeda. Menghapus luka, misalnya.

Hujan kali ini entah ia datang untuk siapa. Untukku? Apa aku sedang terluka? Ah, dari sisi manapun kau tidak akan melihat ada darah bercucuran di tubuhku. Kecuali jika kau mengiakan saat kubilang: Tak berdarah bukan berarti tak ada luka.

Atau bisa jadi, hujan kali ini sengaja datang untukmu? Bukan untuk menenggelamkanmu dalam kenangan, bukan juga untuk menghapuskan lukamu, atau kedua-duanya. Melainkan hanya untuk mendekapmu, menyamarkan air matamu agar tak ada yang tahu.
_________________________________

Pict from https://btaridurga.wordpress.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar